Tema Hari Bumi 2018: Akhiri Polusi Plastik

Hari Bumi 2018
Pixabay

Masyarakat global memperingati hari bumi setiap tanggal 22 April. Pada tahun ini, Earth Day Network, sebuah jaringan penyelenggara hari bumi global, menetapkan slogan “End Plastic Pollution” sebagai tema utama hari bumi 2018.

Tema ini dipilih mengingat semakin mengkhawatirkannya polusi akibat sampah plastik. Diperkirakan sekitar 300 juta ton plastik diperdagangkan setiap tahunnya secara global. Sebanyak 90% diantaranya dibuang begitu saja setelah digunakan.

Sampah plastik ini terakumulasi di alam karena tidak bisa hancur dengan cepat. Sebagian besar plastik akan bertahan selama ratusan hingga ribuan tahun sehingga mencemari tanah, perairan, bahkan tubuh mahluk hidup.

Hari bumi diperingati oleh masyarakat di dunia sejak tahun 1970. Pada tahun 2009, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menetapkan 22 April sebagai Mother Earth Day. Peringatan hari bumi disebut-sebut sebagai gerakan lingkungan hidup terbesar di dunia, baca sejarah hari bumi.

Terkait tema end plastic pollution, Situs Eath Day Network merilis hasil riset yang menyebutkan Indonesia termasuk ke dalam 20 negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Dalam daftar negara tersebut ada sejumlah negara besar lain seperti Cina, India, dan Amerika Serikat.

Meskipun LIPI mempertanyakan keakuratan data tersebut, namun kita tetap perlu khawatir mengingat sejumlah fenomena penumpukan sampah plastik pernah terjadi di sejumlah tempat di Indonesia. Beberapa waktu lalu tumpukan sampah plastik di laut Jakarta, Bali, Sungai Citarum, dan sejumlah tempat lain sempat viral di media sosial.

Jadi bagi yang ingin berpartisipasi memperingati hari bumi tahun ini, segera bertindak dengan mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari (reduce), gunakan ulang plastik yang telah dipakai (reuse), buang sampah plastik ke tempat pembuangan yang memiliki fasilitas daur ulang (recycle). Dan, kalau bisa ikutlah dalam kegiatan bersih-bersih sampah plastik. Selamat hari bumi!