Tanaman kopi

Tanaman kopi

Tanaman kopi, Coffea sp. (Foto: Malcolm Manners/Flickr)

Tanaman kopi digolongkan ke dalam genus Coffea keluarga Rubiaceae. Genus Coffea memiliki lebih dari 100 anggota spesies. Dari jumlah tersebut hanya tiga spesies yang dibudidayakan untuk tujuan komersial, yakni Coffea arabica, Coffea canephora, dan Coffea liberica.

Pada umumnya tanaman kopi hanya dimanfaatkan bijinya untuk diekstrak sebagai minuman. Namun di beberapa tempat ada juga yang mengkonsumsi daunnya dengan cara diseduh seperti daun teh. Pemanfaatan kayu pohon kopi sebagai bahan kontruksi dan mebel jarang dilaporkan.

Sebagian besar biji kopi yang diperdagangkan secara global dihasilkan dari tanaman Coffea arabica dan Coffea canephora dengan nama popular kopi arabika dan kopi robusta. Sisanya dalam jumlah yang tidak signifikan merupakan jenis Coffea liberica yang diperdagangkan dengan nama kopi liberika dan kopi excelsa.1

 

Klasifikasi tanaman

Upaya mengklasifikasikan tanaman kopi sudah dimulai sejak tahun 1623 oleh Caspar Bauhin, seorang botanis asal Swiss. Kemudian dirumuskan secara lebih komprehensif oleh Carl Linneus dalam karyanya “Species Plantarum” pada tahun 1753. Tanaman kopi yang dikenal saat itu dimasukkan dalam genus Coffea dengan nama spesies Coffea arabica.

Kopi arabika merupakan jenis tanaman kopi yang pertama kali dibudidayakan. Asal tanaman ini dari dataran tinggi Etiopia. Kemudian dibawa dan dikembangkan bangsa Arab di Yaman. Di abad ke-17 orang-orang Eropa membawanya ke Jawa dan Brasil. Hingga akhirnya menyebar ke berbagai belahan dunia, lihat sejarah kopi.

Kopi robusta baru ditemukan pada tahun 1898 di Kongo oleh Emil Laurent, seorang pedagang asal Perancis. Selain di Kongo tanaman ini diperkirakan ada juga di daerah Sudan, Liberia dan Uganda. Awalnya tanaman ini disebut sebagai spesies Coffea laurentii sesuai dengan nama penemunya. Belakangan berdasarkan penamaan ilmiah terkini disebut sebagai Coffea canephora var. Robusta.

Tidak ada catatan pasti kapan dan siapa yang menemukan kopi liberika. Tanaman ini ditemukan pertama kali di daerah Liberia. Selain di Liberia diketahui juga tumbuh di hutan-hutan Burkina Faso, Pantai Gading, Gabon, Gambia, Gana, Maurtania, Nigeria, Uganda, Kamerun hingga Angola. Nama ilmiah untuk kopi liberika adalah Coffea liberica var. Liberika.

Kopi excelsa ditemukan pada tahun 1905 oleh August Chevalier, seorang botanis asal Perancis. Awalnya jenis kopi ini dinamakan Coffea excelsa, namun belakangan digolongkan sebagai salah satu varietas liberika dengan nama Coffea liberica var. Dewevrei.

Dewasa ini hanya ada 3 jenis kopi yang dibudidayakan untuk tujuan komersial. Pertama, Coffea arabica dikenal dengan nama arabika. Kedua, Coffea canephora dikenal dengan nama robusta. Ketiga, Coffea liberica yang memiliki dua varietas yakni Coffea liberica var. Liberica diperdagangkan dengan nama liberika dan Coffea liberica var. Dewevrei yang diperdagangkan dengan nama excelsa.

Jenis-jenis tanaman kopi

Perkebunan tanaman kopi

Perkebunan kopi arabika di Guatemala. (Foto: USAID via Flickr)

Coffea arabica

Pohon kopi arabika berbentuk perdu, namun bila tidak dipangkas ketinggiannya bisa mencapai 6 meter. Tanaman ini bisa ditanam di bawah naungan pohon peneduh ataupun lahan terbuka. Pohon kopi arabika memiliki perkaran yang dalam, bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman kayu atau tanaman lainnya.

Daun kopi arabika berukuran relatif kecil dibanding jenis kopi lainnya, panjangnya 10-15 cm dan lebarnya 4-6 cm. Tanaman bisa menyerbuk sendiri, proses penyerbukan bisa terjadi diantara bungan yang terdapat dalam satu pohon. Lamanya perkembangan buah sejak berbunga hingga siap panen berkisar 7-9 bulan. Buahnya berwarna merah ketika matang dan mudah rontok.

Tanaman kopi arabika hanya tumbuh dengan baik bila dibudidayakan di atas ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Idealnya ditanaam pada ketinggian 1.200-1.950 meter. Suhu harian rata-rata yang dibutuhkan tanaman kopi arabika berkisar 15-24°C dengan curah hujan 1.200-2.200 mm per tahun. Lihat juga artikel kopi arabika.

Coffea canephora var. Robusta

Pohon kopi robusta bisa tumbuh hingga 12 meter bila tidak dipangkas. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang dangkal sehingga membutuhkan tanah yang subur. Daun kopi robusta cukup besar dengan panjang sekitar 20-35 cm dan lebar 8-15 cm.

Tanaman kopi robusta melakukan penyerbukan silang. Ukuran buahnya lebih kecil dibanding arabika. Diameternya berkisar dari 16-18 mm. Waktu yang diperlukan mulai dari berbunga hingga buah siap panen sekitar 9-11 bulan. Buah yang telah matang tetap kuat menempel pada tangkainya.

Jenis robusta bisa tumbuh dengan baik di dataran yang lebih rendah dibanding arabika, sekitar 250-1.500 meter dari permukaan laut. Tanaman ini membutuhkan suhu rata-rata yang lebih hangat, sekitar 18-36°C dengan curah hujan 2.200-3.000 mm per tahun. Lihat juga artikel kopi robusta.

Coffea liberica var. Liberica

Pohon kopi liberika memiliki ukuran yang cukup besar, bila tidak dipangkas tingginya bisa mencapai 18 meter. Ukuran buah kopi liberika paling besar diantara kopi budidaya lainnya dengan diameter sekitar 18-30 mm. Hanya saja rasio berat kering terhadap berat buah segarnya sangat rendah.

Tanaman kopi liberika bisa hidup dengan baik pada ketinggian kurang dari 700 meter. Bahkan ada tipe kopi liberika yang tahan ditanam di lingkungan tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi seperti lahan gambut.2 Lihat juga artikel kopi liberika.

Coffea liberica var. Dewevrei

Pohon kopi excelsa memiliki sifat-sifat yang sangat mirip dengan liberika. Tidak banyak catatan mengenai karakter jenis kopi ini. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah pada rentang ketinggian 0-700 meter dari permukaan laut. Seperti liberika, kopi excelsa dibudidayakan secara terbatas. Lihat juga artikel mengenai kopi excelsa.

Sebaran budidaya

Peta sebaran budidaya tanaman kopi

Sebaran budidaya tanaman kopi dunia. (Grafik: S Oestreich-Janzen, 2013)

Habitat untuk budidaya tanaman kopi terletak di antara 20° garis Lintang Utara dan Lintang Selatan. Perkebunan kopi yang terletak di area tersebut terbentang mulai dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Afrika. Kopi arabika banyak ditanam di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan di sisi Barat Afrika. Sedangkan kopi robusta banyak ditanam di Asia Tenggara, sisi Timur Afrika dan Madagaskar.

Selain itu terdapat juga perkebunan kopi di luar garis lintang 20°, meskipun jumlahnya tidak banyak. Salah satunya di dataran tinggi Yunan, Cina. Namun belum ada catatan lebih rinci mengenai profilnya.

Pustaka acuan

  • Cramer, J.S. 1957. A Review of Literature of Coffee Research in Indonesia. SIC Editorial, Inter-American Institute of Agriculture Science, Turrialba, Costa Rica.
  • S Oestreich-Janzen. 2013. Chemistry of Coffee on Comprehensive Natural Products II: Chemistry and Biology, p 1085-1113. Elsevier.
  • William H. Ukers. 1922. All about coffee. The Tea and Coffee Trade Journal Company. New York.

Sumber & referensi

  1. Glossary Of Terms Used. International Coffee Organization (ICO).
  2. Libtukom: Varietas Kopi Liberika untuk Lahan Gambut. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Volume 26 Nomor 1, Februari 2014.

ARTIKEL LAIN

Hutan lindung

Hutan lindung

15,705 views

Buah sukun muda

Buah sukun

4,421 views

Pembangkit panas bumi

Panas bumi

5,491 views

Hutan kota Ranggawulung

Hutan kota

3,620 views

Buah kelapa

Buah kelapa

1,794 views

Hutan kota Ranggawulung

Hutan Kota Ranggawulung

1,803 views

Hutan konservasi

Suaka margasatwa

19,075 views

Sejarah kopi

Sejarah kopi

13,177 views

Hutan rakyat

Hutan tanaman industri

6,828 views

Buah kesemek lokal

Buah kesemek

5,853 views

Buah salak

Buah salak

1,472 views

Perbedaan kera dan monyet

Status konservasi

3,617 views

KATEGORI