Daerah Aliran Sungai

Diperbarui 6 bulan lalu

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan istilah yang merujuk pada suatu kawasan dimana air hujan, salju dan gletser mengalir menuju penampungan air seperti kali, sungai, danau, dan rawa-rawa. Penampungan air tersebut tersebut pada akhirnya akan menyalurkan air ke tempat yang lebih rendah hingga mencapai laut. Daerah aliran sungai bisa berupa kawasan kecil atau kawasan besar hingga mencapai areal ribuan kilometer persegi.1 Dalam bahasa Inggris disebut watersheds.

Definisi Daerah Aliran Sungai

Gambar daerah aliran sungai

DAS Kali Pesangrahan yang melintas Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. (Foto: Cecep Risnandar)

Daerah aliran sungai yang besar bisa mencakup bukit, lembah bahkan gunung-gunung dan terdiri dari gabungan daerah yang kecil-kecil. Wilayahnya bisa mencakup desa maupun kota-kota besar. Batasan pengertiannya diterangkan secara lebih spesifik sebagai berikut:

Menurut Manan (1979)
“Kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis yang menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan yang jatuh di atasnya ke sungai yang akhirnya bermuara ke danau atau laut.”2

Dalam ekosistem daerah aliran sungai terjadi interaksi antara unsur-unsur mahluk hidup dan unsur fisik seperti interaksi antara vegetasi, tanah, air dan manusia. Interaksi tersebut menentukan erosi dan sedimentasi yang mempengaruhi aliran air. Perkembangan daerah aliran sungai sangat tergantung pada laju erosi dan sedimentasi. Untuk mengendalikannya perlu pengelolaan yang melibatkan faktor-faktor tersebut.

Bentuk dan Corak DAS

Corak daerah aliran sungai

(a) Corak bulu burung, (b) Corak radial atau menyebar, (c) Corak pararel. (Gambar: Cecep Risnandar)

Para ahli hidrologi membedakan daerah aliran sungai berdasarkan pola alirannya. Pola aliran tersebut dipengaruhi oleh geomorfologi, topografi, dan bentuk wilayah. Menurut Sosrodarsono dan Takeda (1977), coraknya terdiri dari corak bulu burung, corak radial, dan corak pararel.3

  • Corak bulu burung, disebut bulu burung karena bentuk aliran anak sungainya menyerupai ruas-ruas tulang dari bulu burung. Anak-anak sungai langsung mengalir ke sungai utama. Corak seperti ini resiko banjirnya relatif kecil karena air dari anak sungai tiba di sungai utama pada waktu yang berbeda-beda.
  • Corak radial, atau disebut juga menyebar. Anak sungai menyebar dan bertemu di titik-titik tertentu. Wilayahnya berbentuk kipas atau lingkaran. Memiliki resiko banjir yang cukup besar di titik-titik pertemuan anak sungai.
  • Corak pararel, memiliki dua jalur sub daerah aliran sungai yang sejajar dan bergabung di bagian hilir. Memiliki resiko banjir yang cukup besar di titik hilir aliran sungai.

Catatan Kaki

  1. Jeff Conant dan Pam Fadem. 2009. Panduan masyarakat untuk kesehatan lingkungan, terjemahan. Yayasan Tambuhak Sinta.
  2. Manan, S. 1979. Pengaruh Hutan dan Manajemen Daerah Aliran Sungai. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Indonesia.
  3. Sosrodarsono, S. dan T. Takeda. 1982. Hidrologi untuk Pengairan, Pradnya Paramita, Bandung.
Loading...