Buah Belimbing

Diperbarui 6 bulan lalu
Buah Belimbing

Belimbing atau Averrhoa carambola banyak ditemukan di wilayah Asia seperti di negara Bangladesh, Srilanka, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan India. Belimbing bisa dimakan langsung begitu saja tanpa dikupas, atau disajikan dalam bentuk lain seperti, dalam bentuk selai, juice, dan dalam bentuk jeli.

Buah ini banyak dikenal karena rasanya yang enak, serta karena kandungan gulanya yang sangat sehat. Bahkan belimbing yang sudah matang sekalipun, kandungan gulanya tidak akan melebihi 4%.

Kandungan nutrisi

Nutrisi umum

  • Energi: 31 Kcal (1,5%)
  • Karbohidrat:6.73 gram (5%)
  • Protein: 1,04 gram (2%)
  • Lemak total: 0.33 gram (1%)
  • Kolesterol: 0 mg (0%)
  • Serat makanan: 2.80 gram (7%)

Vitamin

  • Vitamin A: 61 iu (2%)
  • Vitamin C: 34,4 mg (57%)
  • Vitamin E:0,15 mg (1%)
  • Vitamin K: 0 mg (0%)
  • Folat: 12 mg (3%)
  • Niacin: 0,367 mg (2,25%)
  • Piridoksin: 0,017 mg (1,5%)
  • riboflavin: 0,016 mg (1,25%)
  • Thiamin: 0,014 mg (1%)

Elektrolit

  • Sodium: 2 mg (0%)
  • Kalium: 133 mg (3%)

Mineral

  • Kalsium: 3 mg (0,3%)
  • Zat besi: 0,08 mg (1%)
  • Magnesium: 10 mg (2%)
  • Fosfor: 12 mg (2%)
  • Seng: 0,12 mg (1%)

Manfaat buah belimbing

  • Belimbing dikenal kaya akan antioksidan, fito-nutrisi, flavonoid, dan polifenol. Di antara bentuk flavonoid yang sangat penting adalah: Quercatin, epicatechin, dan asam galat. Di dalam buah belimbing, kandungan polifenol-nya mencapai 143 mg per 100 g. Secara keseluruhan, senyawa tersebut bisa membantu melindungi tubuh dari efek kerusakan dan radikal bebas.
  • Buah belimbing dikenal sebagai salah satu buah yang rendah kalori. Dalam 100 gram hanya terkandung 31 kalori. Jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan berbagai jenis buah tropis populer lainnya. Akan tetapi, walaupun rendah kalori, buah belimbing justru memiliki berbagai jenis nutrisi penting yang sangat banyak, antioksidan, dan berbagai vitamin yang diperlukan untuk menjaga kesehatan.
  • Apabila buah belimbing dikonsumsi bersama-sama dengan kulitnya, maka kita akan mendapatkan serat yang lebih banyak. Seperti yang banyak kita tahu, serat bisa membantu menyerap kolesterol jahat dari makanan di dalam usus. Selain itu, serat juga bisa membantu meliputi selaput lendir usus dari paparan zat beracun. Cara kerjanya adalah dengan mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar.
  • Kandungan vitamin C yang dimiliki oleh belimbing sangat banyak. Secara alami, vitamin C adalah antioksidan yang sangat baik. Dalam 100 gram buah belimbing segar, terkandung sekitar 34,7 mg atau setara dengan 57% jumlah kebutuhan vitamin C harian kita. Secara umum, mengkonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C bisa membantu tubuh kita kebal terhadap berbagai infeksi.
  • Selain itu, buah yang apabila dipotong secara vertikal akan menghasilkan bentuk bintang ini merupakan sumber vitamin B-kompleks seperti; riboflavin, folat, piridoksin, dan (vitamin B-6). Semua kandungan vitamin B kompleks tersebut bisa membantu meningkatkan fungsi enzim dalam metabolisme dan berbagai fungsi sintetis di dalam tubuh.
  • Seperti yang telah diungkapkan di atas, buah ini juga mengandung sejumlah mineral dan elektrolit seperti; fosfor, kalium, zat besi, dan seng. Kalium adalah komponen penting dari cairan dan sel di tubuh yang akan membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Berbagai mineral dan kandungan elektrolit tersebut dapat membantu menghindari tubuh dari efek buruk sodium.

Efek samping

Di dalam buah belimbing, terkandung asam oksalat dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam 100 gram buah belimbing segar, ada setidaknya 50,000-95,800 ppm asam oksalat. Dalam dunia kesehatan, asam oksalat dikenal senyawa anti-nutrisi yang dapat mengganggu penyerapan beberapa mineral seperti magnesium kalsium dan lain-lain, serta dapat menggangu metabolisme .

Asam oksalat juga dianggap sebagai salah satu penyebab berbagai kondisi kesehatan, salah satunya adalah pembentukan batu ginjal oksalat (oxaluria).

Buah belimbing ternyata juga mirip seperti buah jeruk. Buah ini bisa berinteraksi negatif dengan beberapa jenis obat. Misalnya, senyawa carambola irreversible yang terdapat di dalam buah tersebut bisa menghambat sitokrom P450 3A4 isoenzim (3A4) di usus dan hati. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi belimbing apabila Anda dalam pengobatan dengan menggunakan obat-obatan farmasi.