10 kecelakaan pesawat paling tragis di Indonesia

Kecelakaan dalam hal apapun dan memakai transportasi apapun pasti tidak kita harapkan. Namun kecelakaan pesawat selalu menjadi peristiwa menggemparkan.

Di indonesia sendiri kecelakaan yang paling sering terjadi adalah kecelakaan transportasi di darat. Sedangkan kecelakaan dengan prosentase terkecil adalah kecelakaan pesawat terbang. Meskipun memiliki prosentase terkecil, ada beberapa kecelakaan pesawat terbang di indonesia yang sangat tragis.

10

Boeing 737-400 Garuda Indonesia (22 Penumpang Tewas)


Pesawat dengan rute Jakarta-Yogyakarta ini mengalami kecelakaan tragis pada tanggal 07 Maret 2007 sekitar pukul 07:05 WIB di Bandara Adi Sutjipto. Kronologi kecelakaan tersebut adalah ketika pewawat tersebut melakukan pendaratan, Ban depan pecah kemudian tergelincir dan Meledak.

Pesawat ini membawa total 140 Penumpang (133 Penumpang dan 7 Awak Pesawat), Jumlah Korban tewas sejumlah 22 Orang (21 Penumpang dan 1 Awak Pesawat)

9

Xian MA60 Merpati Nusantara 2011 (25 Penumpang Tewas)


Tepatnya pada Tanggal 07 Mei 2011 terjadi kecelakaan pesawat bertype Xian MA60 Merpati Nusantara, pesawat buatan china tersebut jatuh di Kaimana, Papua Barat.

Penyebab kecelakaan yang menewaskan 25 awak kapal dan penumpang tersebut adalah kesalahan teknis pada gir roda depan yang menyebabkan pesawat tidak dapat mendarat meski jarak dengan landasan sudah dekat, akhirnya pilot memutuskan untuk membuat pesawat naik kembali dan berputar dan mencari tempat pendaratan di air. Namun keputusan tersebut malah membuat kapal tenggelam dan 25 orang tewas karena tidak bisa keluar dari pesawat.

8

Fokker F28 Garuda Indonesia 1982 (27 Penumpang Tewas)


Kecelakaan yang terjadi Tanggal 20 Maret 1982 ini dialami oleh pesawat Fokker F28 Garuda Indonesia, Pesawat ini tergelincir saat mendarat di landasan pacu Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung. Mengakibatkan 23 Orang Penumpang dan 4 Kru Pesawat meninggal dunia.
7

Lion Air 538 PK-LMN 2004 (26 Penumpang Tewas)


Pada Tanggal 30 November 2004 silam, kecelakaan tragis juga dialami oleh maskapai penerbangan Lion Air, dengan Pesawat MD-82 Kode Penerbangan JT 538. Pesawat tersebut tergelincir saat melakukan pendaratan di Solo yaitu di Bandara Adisumarno.

Menurut saksi penumpang yang selamat, memang pada saat keberangkatan pesawat, cuaca sudah hujan disertai petir, saat pendaratan sekitar pukul 18.10 WIB, pesawat terasa seperti tidak bisa dihentikan, dan akhirnya masuk ke sawah dan akhirnya berhenti didekat pemakaman.

Pesawat tersebut patah menjadi 2 bagian dibagian tengah tulisan “Lion” pada badan pesawat. Kecelakaan tragis ini menyebabkan 26 Penumpang Tewas.

6

Sukhoi Superjet 100 2012 (45 Penumpang Tewas)


Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) mengalami kecelakaan tragis di Gunung Salak, Sukabumi. Tepatnya pada tanggal 09 Mei 2012 kecelakaan tragis tersebut terjadi. Tujuan dari Pesawat Sukhoi tersebut adalah sebagai demonstrasi pesawat tipe baru, namun tanpa sebab yang jelas pesawat tersebut langsung menabrak tebing batu Gunung Salak dan langsung hancur berkeping-keping.

Kecelakaan tersebut menewaskan semua penumpang termasuk awak kapal, selain warga indonesia ada beberapa warga asing yang juga menjadi korban, total korban tewas adalah 45 orang penumpang.

5

C-130H Hercules 2009 (100 Penumpang Tewas)


Kecelakaan C-130 H Hercules ini merupakan kecelakaan dengan korban tewas mencapai 100 orang, kecelakaan tersebut terjadi pada tanggal 20 Mei 2009.

Pesawat C-130 Hercules tersebut membawa 112 orang yang terdiri dari 98 penumpang dan 14 kru, menurut saksi mata tiba-tiba pesawat tersebut meledak dan terbakar kemudian jatuh dan menghantam rumah-rumah warga kemudian mendarat di area persawahan. Setidaknya 70 orang warga dibawa kerumah sakit. Kecelakaan ini menyebabkan total 100 orang tewas, 98 orang penumpang, dan 2 orang warga lokal yang terkena hantaman puing-puing pesawat.

Sampai saat ini penyebab jatuhnya Pesawat C-130H Hercules masih belum dapat ditentukan.

4

Adam Air 2007 (102 Penumpang Tewas)


Pada Tanggal 28 Agustus 2007 silam, publik indonesia digegerkan kembali dengan pesawat Adam Air Penerbangan 574 (KI 574, DHI 574) yang mengalami kecelakaan di sekitar Selat Makkassar yang menyebabkan 102 Penumpang Tewas termasuk awak pesawat.

Penyebab kecelakaan tersebut menurut Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk atau kerusakan pada IRS (Sistem Navigasi Inertial) atau bisa juga karena kegagalan kinerjo pilot dalam menghadapi situasi darurat.

Pesawat tersebut jatuh kedalam laut selat makassar, yang menyebabkan tidak ada seorang pun penumpang yang selamat.

3

SilkAir 1997 (104 Penumpang Tewas)


SilkAir 1997 penerbangan ke 185 dengan pesawat Boeing 737-300 memiliki rute dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Changi Singapura.

Kecelakaan tragis yang menimpa pesawat tersebut terjadi pada tanggal 19 Desember 1997, dan terjadi di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Kecelakaan tersebut menewaskan semua penumpangnya yang berjumlah 104 orang (97 penumpang dan 7 awak kabin).

Penyebab kecelakaan yang disampaikan oleh NTSB disebabkan Pilot (Kapten Tsu) sengaja bunuh diri dengan menjatuhkan pesawatnya ke sungai musi.

2

Boeing 737-200 2005 (117 Orang Tewas)


Mandala Airlines Penerbangan Ke 91 – Boeing 737-200 mengalami kecelakaan pada tanggal 05 Septermber 2005, jatuh dikawasan Padang Bulan, Medan, Pesawat tersebut mengalami kecelakaan pada saat sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan.

Pesawat tersebut mengangkut 117 orang (112 penumpang dan 5 awak pesawat), dilaporkan bahwa 100 orang penumpang tewas dan 17 orang dilaporkan selamat.

Kecelakaan tersebut disebabkan oleh pesawat yang lepas landas dalam keadaan tidak sempurna (Oleng Ke Kiri) kemudian menabrak tiang listrik sehingga badan pesawat mulai terbakar dan akhirnya pesawat jatuh menimpa pemukiman warga yang berjarak 100 meter dari bandara. Setidaknya 49 warga pemukiman menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

1

Airbus A300-B4 Garuda Indonesia 1997 (222 Penumpang dan 12 Awak Pesawat Tewas)


Kecelakaan GA 152 dengan Pesawat Airbus A300-B4 milik Garuda Indonesia adalah kecelakaan paling tragis dalam sejarah penerbangan Indonesia, terjadi pada Tanggal 26 September 1997 silam.

Pesawat tersebut jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, 32 Km dari bandara, dan 45 Km dari kota medan.

Kecelakaan paling tragis tersebut menelan sebanyak 222 orang penumpang dan 12 Awak Pesawat Tewas, Seluruh penumpang pesawat tersebut tidak ada yang selamat.

Pada saat kecelakaan tersebut terjadi, Medan sedang diselimuti asap tebal karena kebakaran hutan, dan pesawat hanya mengandalkan instruksi dari menara pengawas Bandara Polonia. Terjadi miss komunikasi antara pilot dan petugas menara yang menyebabkan pesawat salah mengambil arah kemudian menabrak tebing gunung, pesawat langsung meledak dan hancur berkeping-keping.